Tak Ada Adegan Pemerkosaan dalam Rekonstruksi Pembunuhan, Keluarga Juwita Tuggu Hasil Tes DNA Sperma

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 8 April 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

❤️

Yuk dukung jurnalisme yang jujur dan informatif.

Jurnalis Newsway.co.id Juwita (23). (Dok. Ist)

Jurnalis Newsway.co.id Juwita (23). (Dok. Ist)

BANJARMASIN – Kuasa hukum keluarga jurnalis Juwita (23), Muhamad Pazri menjelaskan soal pembunuhan jurnalis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Muhamad Pazri menyatakan bahwa adegan pemerkosaan tidak ditampilkan saat rekonstruksi karena masih mengumpulkan bukti akurat.

Selain itu juga untuk menghindari pemberitaan liar oleh media sebelum seluruh barang bukti benar-benar terkumpul dan membuat terang kasus ini.

Ia mengatakan saat ini penyidik masih pendalaman lebih lanjut soal dugaan pemerkosaan.

Penyidik masih fokus pada dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan tersangka.

“Di antara 33 adegan pembunuhan pada rekonstruksi beberapa hari lalu tidak menampilkan adegan dugaan rudapaksa atau kekerasan seksual,” ujar Muhamad Pazri.

Dia memenuhi panggilan ketiga kali oleh penyidik di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Senin (7/4/2025).

Pazri menuturkan bahwa pihaknya fokus menunggu hasil tes DNA sperma yang dikirim ke oleh penyidik ke laboratorium forensik di Jakarta.

Untuk mengetahui secara ilmiah siapa pemilik sperma yang ditemukan di rahim korban.

“Tak hanya temuan sperma saat penemuan jasad, video singkat lima detik juga kami serahkan ke penyidik yang berisi rekaman tersangka sedang memakai baju dan celana.”

“Usai berhubungan badan secara paksa terhadap korban di salah satu kamar hotel di Banjarbaru pada rentang waktu 15-20 Desember 2024,” tutur Pazri

“Tes deoxyribonucleic acid (DNA) sperma bertujuan agar kita tahu apakah pelaku tunggal, karena jelas volume sperma ditemukan pada jasad korban.”

“Penyidik harus mengembangkan temuan sperma untuk mengungkap dugaan rudapaksa terhadap korban,” kata Muhamad Pazri.

Menurut dia, jika hasil tes DNA membuktikan sperma itu hanya milik tersangka Jumran, artinya fokus perkara ini hanya mengarah pada pelaku tunggal, Jumran.

Penyidik Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin disebut telah memproses temuan sperma pada kemaluan korban.

Untuk diuji laboratorium forensik di Jakarta, terkait pembunuhan oleh tersangka Jumran Kelasi Satu, oknum TNI AL.

Penyidik Denpomal Banjarmasin sejauh ini telah memeriksa 13 orang saksi, lalu pada Sabtu (5/4) menggelar rekonstruksi yang meliputi 33 adegan berlangsung lebih dari satu jam.

Satu orang saksi yang mengetahui keberadaan pelaku di TKP dihadirkan beserta tersangka memperagakan seluruh adegan pembunuhan.

Dalam keterangan yang disampaikan Penerangan Lanal Banjarmasin, selanjutnya pelaku dan barang bukti akan diserahkan ke Oditur Militer (OTMIL) untuk dilaksanakan persidangan secara terbuka.

Tersangka Jumran yang sebelumnya berdinas di Lanal Balikpapan, diserahkan Denpomal Balikpapan kepada Denpomal Banjarmasin untuk ditahan selama 20 hari, terhitung sejak Jumat (28/3) malam.

Diketahui, korban bernama Juwita (23) bekerja sebagai jurnalis media dalam jaringan (daring) lokal di Banjarbaru dan telah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda.

Pembunuhan terjadi pada 22 Maret 2025. Jurnalis muda itu ditemukan meninggal dunia di Jalan Trans Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.00 WITA.

Jasadnya tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motor miliknya yang kemudian muncul dugaan menjadi korban kecelakaan tunggal.

Warga yang menemukan pertama kali justru tidak melihat tanda-tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas.

Di bagian leher korban terdapat sejumlah luka lebam, dan kerabat korban juga menyebut ponsel milik Juwita tidak ditemukan di lokasi.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoekbis.com dan Infomaritim.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Haiupdate.com dan 24jamnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellodepok.com dan Pontianak.on24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Sapulangit Media Center (SMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Pesona Abadi Pasar Terapung: Jantung Budaya Sungai Borneo yang Memukau
Puncak Halau: Menjelajah Atap Kalimantan yang Tak Lekang oleh Waktu
Meratus: Napas Terakhir Hutan Borneo, Pesona Abadi Dayak Penjaga Rimba
Jejak Spiritual Datu Mabrur di Bumi Kalimantan: Kisah Abadi Penjaga Hutan
Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara
Merawat Bubungan Tinggi: Warisan Spiritual Rumah Banjar Menjelajah Zaman
Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara yang Kaya
Barito: Jantung Kalimantan yang Terus Berdenyut dalam Pusaran Perubahan
❤️

Suka artikel ini? Ayo dukung media online kami.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Pesona Abadi Pasar Terapung: Jantung Budaya Sungai Borneo yang Memukau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Puncak Halau: Menjelajah Atap Kalimantan yang Tak Lekang oleh Waktu

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Meratus: Napas Terakhir Hutan Borneo, Pesona Abadi Dayak Penjaga Rimba

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Jejak Spiritual Datu Mabrur di Bumi Kalimantan: Kisah Abadi Penjaga Hutan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara

Berita Terbaru

Ketupat yang disajikan bersama opor ayam dan lauk pauk lainnya, sebuah pemandangan khas yang selalu dinanti saat perayaan hari raya di Indonesia, melambangkan kebersamaan dan suka cita. Hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga sarat dengan nilai filosofis yang telah diwariskan turun-temurun.

LIFESTYLE

Ketupat: Jejak Rasa dan Filosofi di Tiap Anyaman Daun Kelapa

Kamis, 22 Okt 2026 - 07:11 WIB