Terungkap Fakta Ternyata Jurnalis Newsway.co.id Juwita Tewas Dibunuh, Pelaku Diduga Oknum TNI AL

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 30 Maret 2025 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

❤️

Yuk dukung jurnalisme yang jujur dan informatif.

Jurnalis Newsway.co.id Juwita dan kekasihnya, anggota TNI AL Kelasi Satu Jumran. (Dok. Ist)

Jurnalis Newsway.co.id Juwita dan kekasihnya, anggota TNI AL Kelasi Satu Jumran. (Dok. Ist)

BALIKPAPAN – Misteri kematian Juwita, wartawati sebuah media online Newsway.co.id di Banjarbaru, akhirnya mulai terungkap.

Sebelumnya ia diduga korban kecelakaan, ternyata ia dibunuh oleh seorang oknum anggota TNI Angkatan Laut.

Komandan Polisi Militer Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald L. Ganap mengatakan pelaku berinisial J.

Berpangkat Kelasi I, adalah anggota aktif TNI AL yang telah bertugas selama empat tahun.

“Benar terjadi pembunuhan. Pelakunya adalah oknum TNI AL berinisial J.”

“Saat ini, kasusnya sedang dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ronald pada Rabu (26/3/2025).

Motif Masih Misterius, Pelaku Sudah Diamankan

Hingga kini, motif pembunuhan masih dalam pendalaman oleh pihak TNI AL.

Ronald menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami pastikan proses hukum berjalan transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

TNI AL juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan bahwa jika pelaku terbukti bersalah, ia akan menerima hukuman setimpal.

“Kami turut berduka cita yang mendalam dan memohon maaf atas kejadian ini. TNI AL tidak akan melindungi pelaku jika terbukti bersalah,” tambahnya.

Kejanggalan di Balik Kematian Juwita

Awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal saat mengendarai motor. Namun, banyak kejanggalan ditemukan:

Terdapat luka di dagu, lebam di punggung dan lehernya. Dompet dan ponselnya hilang, sementara motor tetap ada di lokasi.

Juwita ditemukan tewas di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjar, pada Sabtu (22/3/2025), dalam kondisi masih mengenakan helm.

Ia pamit ke keluarga untuk pergi ke Guntung Payung, tetapi justru ditemukan meninggal di Gunung Kupang.

Masyarakat pun bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian tragis wartawati muda ini?

Penyelidikan terus berjalan, dan publik menantikan kejelasan atas kasus yang mengejutkan ini.

Artikel ini direpublikasi dari Newsway.co.id, sebagai bentuk solidaritas terhadap jurnalis Juwita #Save for Juwita.***

Berita Terkait

Pesona Abadi Pasar Terapung: Jantung Budaya Sungai Borneo yang Memukau
Puncak Halau: Menjelajah Atap Kalimantan yang Tak Lekang oleh Waktu
Meratus: Napas Terakhir Hutan Borneo, Pesona Abadi Dayak Penjaga Rimba
Jejak Spiritual Datu Mabrur di Bumi Kalimantan: Kisah Abadi Penjaga Hutan
Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara
Merawat Bubungan Tinggi: Warisan Spiritual Rumah Banjar Menjelajah Zaman
Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara yang Kaya
Barito: Jantung Kalimantan yang Terus Berdenyut dalam Pusaran Perubahan
❤️

Suka artikel ini? Ayo dukung media online kami.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Pesona Abadi Pasar Terapung: Jantung Budaya Sungai Borneo yang Memukau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Puncak Halau: Menjelajah Atap Kalimantan yang Tak Lekang oleh Waktu

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Meratus: Napas Terakhir Hutan Borneo, Pesona Abadi Dayak Penjaga Rimba

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Jejak Spiritual Datu Mabrur di Bumi Kalimantan: Kisah Abadi Penjaga Hutan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara

Berita Terbaru

Ketupat yang disajikan bersama opor ayam dan lauk pauk lainnya, sebuah pemandangan khas yang selalu dinanti saat perayaan hari raya di Indonesia, melambangkan kebersamaan dan suka cita. Hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga sarat dengan nilai filosofis yang telah diwariskan turun-temurun.

LIFESTYLE

Ketupat: Jejak Rasa dan Filosofi di Tiap Anyaman Daun Kelapa

Kamis, 22 Okt 2026 - 07:11 WIB