
INFO KALSEL | Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:32 WIB
Baayun Mulud adalah tradisi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan untuk mengayun bayi dan balita dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ritual ini penuh makna, melambangkan harapan orang tua akan kesehatan dan akhlak mulia bagi anak-anak, sekaligus perpaduan harmonis antara budaya lokal dan ajaran Islam yang patut dilestarikan.

INFO KALSEL | Senin, 3 Agustus 2026 - 07:30 WIB
Kesultanan Banjar, kerajaan maritim Islam di Kalimantan Selatan yang berdiri pada abad ke-16, menjadi pusat perdagangan lada dan intan yang disegani di Nusantara. Artikel ini menyingkap kejayaan ekonomi, budaya, dan penyebaran Islam melalui tokoh ulama berpengaruh. Kendati runtuh akibat Perang Banjar melawan Belanda, warisan Kesultanan Banjar tetap hidup dalam tradisi dan identitas masyarakat Kalimantan Selatan hingga kini, menginspirasi kita untuk terus melestarikan sejarah bangsa.

INFO KALSEL | Minggu, 26 Juli 2026 - 07:30 WIB
Kesultanan Banjar merupakan kerajaan maritim Islam yang pernah berjaya di Kalimantan Selatan, menguasai perdagangan penting dan melahirkan peradaban kaya. Artikel ini menelusuri sejarahnya dari awal mula islamisasi, kejayaan sebagai pusat perdagangan intan dan lada, hingga warisan budaya serta spiritual yang masih lestari hingga kini, mengajak pembaca merenungkan relevansi sejarah bagi masa depan.

INFO KALSEL | Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:34 WIB
Datu Mabrur, seorang ulama legendaris di Kalimantan Selatan, tetap menjadi inspirasi spiritual bagi banyak orang dengan kisah-kisah kebijaksanaan dan kesaktiannya. Makamnya di Martapura menjadi pusat ziarah, menunjukkan kuatnya pengaruhnya dalam budaya dan identitas masyarakat Banjar. Artikel ini mengajak pembaca menelusuri jejak spiritual Datu Mabrur dan memahami relevansinya di era modern.

INFO KALSEL | Selasa, 7 Juli 2026 - 07:32 WIB
Kesultanan Banjar di Kalimantan Selatan bukan sekadar kerajaan tua, melainkan pusat peradaban maritim Islam yang gemilang sejak abad ke-16, menjadi jalur perdagangan strategis serta produsen komoditas berharga seperti lada dan intan. Kisah perjuangan heroik melawan kolonialisme dan warisan budayanya yang kaya, dari seni hingga arsitektur, terus hidup dan membentuk identitas masyarakat Banjar hingga kini, menawarkan pelajaran berharga tentang ketahanan dan adaptasi.