Pertamina EP Latih UMKM Desa Masukau Produksi Kain Sasirangan Bernilai Tinggi

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina EP Tanjung Field menggandeng UMKM Madani di Desa Masukau. (Dok. PT PERTAMINA EP )

Pertamina EP Tanjung Field menggandeng UMKM Madani di Desa Masukau. (Dok. PT PERTAMINA EP )

PT PERTAMINA EP (PEP) Tanjung Field menggandeng UMKM Madani di Desa Masukau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, melalui pelatihan pembuatan kain Sasirangan pada 26 Mei–1 Juni 2025.

Kegiatan ini sekaligus mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Kolaborasi perusahaan, UMKM, dan masyarakat ini menjadi wujud nyata sinergi untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif inklusif di tingkat desa.

Pelatihan Sasirangan Berikan Pengalaman Praktik Penuh bagi Seluruh Peserta Pelatihan Desa

Pelatihan pembuatan kain Sasirangan dirancang dengan sembilan tahapan komprehensif untuk memastikan peserta memahami teknik dasar hingga tahap akhir.

Peserta diajarkan mulai dari mengenali bahan baku, membuat pola pada karton, hingga menjahit motif jelujur yang menjadi ciri khas kain tradisional Banjar.

Seluruh peserta juga mempraktikkan proses pewarnaan, pengeringan, hingga melepas benang untuk menampilkan pola utuh dengan perpaduan warna yang menarik.

“Dengan kegiatan ini, kami bisa meningkatkan keterampilan di bidang baru, belajar membuat motif dan memadukan warna,” ujar Ermawati dari UMKM Madani.

Pelatihan ini juga menjadi modal penting bagi UMKM Madani untuk memperkuat lini usahanya dengan produk berbasis kearifan lokal bernilai ekonomi tinggi.

Produk Sasirangan Hasil Pelatihan Perkuat Ekonomi Warga dan Pelestarian Budaya Banjar

Kepala Desa Masukau, Khairullah, menyampaikan apresiasi atas program pelatihan Sasirangan yang diberikan kepada warganya melalui UMKM Madani.

“Kami mendukung penuh pengembangan program Cetar atau Cetak Jahit Sasirangan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kami,” kata Khairullah.

Selain Sasirangan, UMKM Madani juga berinovasi dengan mengolah pakaian bekas kerja (coverall) pekerja Pertamina menjadi produk kreatif seperti tas, topi, dan pakaian jadi.

Kolaborasi ini selaras dengan prinsip keberlanjutan karena tidak hanya memanfaatkan potensi lokal, tetapi juga mengedepankan daur ulang bahan yang ramah lingkungan.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal untuk membangun kapasitas warga menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Komitmen Perusahaan untuk Dukung SDGs Melalui Program Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat

Field Manager PEP Tanjung Field, Charlie Parmonangan Nainggolan, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memastikan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat desa.

“Perusahaan berkolaborasi dengan UMKM dan pemangku kepentingan untuk memastikan dampak positif dan keberlanjutan program,” kata Charlie.

Menurut Dony Indrawan, pemanfaatan potensi daerah berbasis hasil pemetaan sosial menjadi solusi nyata bagi persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat desa.

Kolaborasi PEP Tanjung Field, UMKM Madani, dan warga Masukau diharapkan membangun ekosistem ekonomi kreatif desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal yang lestari.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Kongsinews.com dan Hilirisasinews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloup.com dan Halloupdate.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatimraya.com dan Hellocianjur.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers
Hallo.id Berkomitmen Menjadi Sumber Berita Ekonomi Terpercaya Bagi Publik Dan Pelaku Bisnis
Tarik Ulur Dagang RI-AS Dicap Menyerah: RI Wajib, AS Cuma Untung
Pemalsuan Pupuk Rugikan Petani, Wamentan Sudaryono: Kejahatan Kemanusiaan
Kasus Beras Premium Oplosan Diusut, DPR Minta Penindakan Tegas
Saatnya Masuk Saham Unggulan di Tengah Tekanan CSA Index Juli
Investor Percaya Fundamental Ekonomi Indonesia, CSA Index Juni 2025 Jadi Buktinya
Gelombang PHK Masif di 2025: Angka Meningkat, Sektor yang Terdampak Semakin Meluas

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 14:18 WIB

Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers

Selasa, 12 Agustus 2025 - 06:49 WIB

Hallo.id Berkomitmen Menjadi Sumber Berita Ekonomi Terpercaya Bagi Publik Dan Pelaku Bisnis

Rabu, 30 Juli 2025 - 10:48 WIB

Tarik Ulur Dagang RI-AS Dicap Menyerah: RI Wajib, AS Cuma Untung

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:44 WIB

Pertamina EP Latih UMKM Desa Masukau Produksi Kain Sasirangan Bernilai Tinggi

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:50 WIB

Pemalsuan Pupuk Rugikan Petani, Wamentan Sudaryono: Kejahatan Kemanusiaan

Berita Terbaru