Topik Sejarah Kalimantan

Masjid Sultan Suriansyah, masjid tertua di Kalimantan Selatan, menampilkan arsitektur khas Banjar yang memadukan unsur lokal dengan sentuhan Islam, menjadi simbol warisan Kesultanan Banjar. Ini adalah salah satu bukti nyata kejayaan peradaban Islam di Nusantara.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara

INFO KALSEL | Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Kesultanan Banjar adalah kerajaan Islam maritim yang berjaya di Kalimantan Selatan dari abad ke-16, dikenal karena kekayaan lada dan intan, serta menjadi pusat perdagangan penting. Meskipun menghadapi kolonialisme Belanda dan akhirnya dihapuskan, warisan seni, budaya, dan semangat perlawanannya, seperti Perang Banjar yang dipimpin Pangeran Antasari, tetap hidup hingga kini. Artikel ini mengajak pembaca menelusuri jejak gemilang dan warisan abadi Kesultanan Banjar yang membentuk identitas budaya Kalimantan.

Masjid Sultan Suriansyah, salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Banjar di Banjarmasin, menunjukkan keindahan arsitektur khas dengan atap bertingkat dan ukiran detail yang memukau. Bangunan ini tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga cerminan kejayaan peradaban Islam di wilayah tersebut.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara yang Kaya

INFO KALSEL | Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Artikel ini menyingkap sejarah gemilang Kesultanan Banjar, sebuah kerajaan maritim yang berkembang pesat di Kalimantan Selatan dari abad ke-16, menjadi pusat perdagangan lada dan budaya Islam yang kuat. Kita diajak memahami peran strategisnya, inovasi maritim, kekayaan budaya seperti kain sasirangan, serta perlawanan heroik terhadap kolonialisme Belanda yang membentuk identitas masyarakat Banjar hingga kini. Sebuah refleksi penting tentang warisan sejarah yang tak lekang dimakan waktu.

Patung Sultan Suriansyah, pendiri Kesultanan Banjar, berdiri megah sebagai simbol kejayaan dan warisan sejarah yang tak ternilai bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Rumah adat Banjar Bubungan Tinggi menampilkan keunikan arsitektur lokal yang kaya filosofi.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Sungai Waktu di Tanah Borneo

INFO KALSEL | Kamis, 24 September 2026 - 07:34 WIB

Kamis, 24 September 2026 - 07:34 WIB

Kesultanan Banjar, sebuah kerajaan maritim Islam di Kalimantan, merupakan pusat perdagangan lada dan intan yang sangat berpengaruh dari abad ke-16. Artikel ini menelusuri pendiriannya oleh Sultan Suriansyah, kekayaannya, hingga perlawanan heroik dalam Perang Banjar melawan Belanda, serta warisan budaya seperti Hikayat Banjar dan arsitektur khasnya. Memahami sejarah Banjar memberikan wawasan mendalam tentang peradaban Nusantara dan pentingnya melestarikan identitas bangsa.

Pangeran Antasari, salah satu pahlawan nasional dari Kesultanan Banjar, memimpin perlawanan gigih melawan penjajah Belanda. Patung beliau berdiri megah sebagai pengingat semangat perjuangan rakyat Kalimantan.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Menguak Sejarah Perdagangan dan Budaya Nusantara

INFO KALSEL | Jumat, 11 September 2026 - 07:30 WIB

Jumat, 11 September 2026 - 07:30 WIB

Artikel ini mengulas sejarah Kesultanan Banjar, kerajaan maritim di Kalimantan Selatan yang berjaya sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan penyebaran Islam. Kita akan menyelami asal-usul, kekuatan ekonomi, kekayaan budaya, hingga perjuangan heroik melawan kolonialisme Belanda yang membentuk identitas bangsa. Kisah Banjar adalah cerminan peradaban Nusantara yang gemilang dan penuh semangat perlawanan.

Patung Sultan Suriansyah, raja pertama Kesultanan Banjar, berdiri megah sebagai simbol awal mula kejayaan sebuah peradaban Islam di bumi Kalimantan. Potret ini menunjukkan betapa pentingnya sosok beliau dalam sejarah dan budaya Banjar.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Sejarah di Tanah Kalimantan

INFO KALSEL | Jumat, 4 September 2026 - 07:30 WIB

Jumat, 4 September 2026 - 07:30 WIB

Artikel ini menyingkap sejarah Kesultanan Banjar, kerajaan Islam di Kalimantan yang berjaya melalui perdagangan lada dan intan sejak abad ke-16, dipimpin oleh Sultan Suriansyah. Pembaca akan diajak menyelami warisan budaya Banjar yang kaya, mulai dari arsitektur hingga kuliner, serta memahami perjuangan heroik melawan kolonialisme Belanda. Kisah ini menegaskan pentingnya memahami sejarah untuk melestarikan identitas bangsa.

Patung Sultan Suriansyah berdiri gagah di Banjarmasin, mengenang pendiri Kesultanan Banjar yang mengubah arah sejarah wilayah ini dengan memeluk agama Islam. Terlihat pula latar belakang arsitektur tradisional Banjar yang mencerminkan kekayaan budaya yang telah diwariskan.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara di Tanah Borneo

INFO KALSEL | Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Kesultanan Banjar, sebuah kerajaan maritim Islam di Kalimantan Selatan, berdiri kokoh dari abad ke-16, membangun kekuatan ekonomi melalui perdagangan lada, intan, dan emas. Kisah transformasinya dari kerajaan Hindu-Buddha, perlawanan sengit terhadap VOC, hingga warisan budayanya yang masih lestari, menawarkan pelajaran berharga tentang sejarah, keberanian, dan identitas Nusantara. Artikel ini mengajak pembaca menyelami jejak gemilang Kesultanan Banjar yang membentuk kekayaan Kalimantan Selatan.

Rumah Bubungan Tinggi, arsitektur tradisional Banjar yang megah, menampilkan keahlian ukir dan kekayaan budaya Kesultanan Banjar pada masa kejayaannya. Bangunan ini menjadi simbol identitas dan kearifan lokal yang patut dilestarikan.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Menguak Kekayaan Budaya Borneo

INFO KALSEL | Minggu, 26 Juli 2026 - 07:30 WIB

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:30 WIB

Kesultanan Banjar merupakan kerajaan maritim Islam yang pernah berjaya di Kalimantan Selatan, menguasai perdagangan penting dan melahirkan peradaban kaya. Artikel ini menelusuri sejarahnya dari awal mula islamisasi, kejayaan sebagai pusat perdagangan intan dan lada, hingga warisan budaya serta spiritual yang masih lestari hingga kini, mengajak pembaca merenungkan relevansi sejarah bagi masa depan.