Topik Perang Banjar

Pangeran Antasari, salah satu pahlawan nasional dari Kesultanan Banjar, memimpin perlawanan gigih melawan penjajah Belanda. Patung beliau berdiri megah sebagai pengingat semangat perjuangan rakyat Kalimantan.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Menguak Sejarah Perdagangan dan Budaya Nusantara

INFO KALSEL | Jumat, 11 September 2026 - 07:30 WIB

Jumat, 11 September 2026 - 07:30 WIB

Artikel ini mengulas sejarah Kesultanan Banjar, kerajaan maritim di Kalimantan Selatan yang berjaya sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan penyebaran Islam. Kita akan menyelami asal-usul, kekuatan ekonomi, kekayaan budaya, hingga perjuangan heroik melawan kolonialisme Belanda yang membentuk identitas bangsa. Kisah Banjar adalah cerminan peradaban Nusantara yang gemilang dan penuh semangat perlawanan.

Patung Sultan Suriansyah, raja pertama Kesultanan Banjar, berdiri megah sebagai simbol awal mula kejayaan sebuah peradaban Islam di bumi Kalimantan. Potret ini menunjukkan betapa pentingnya sosok beliau dalam sejarah dan budaya Banjar.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Sejarah di Tanah Kalimantan

INFO KALSEL | Jumat, 4 September 2026 - 07:30 WIB

Jumat, 4 September 2026 - 07:30 WIB

Artikel ini menyingkap sejarah Kesultanan Banjar, kerajaan Islam di Kalimantan yang berjaya melalui perdagangan lada dan intan sejak abad ke-16, dipimpin oleh Sultan Suriansyah. Pembaca akan diajak menyelami warisan budaya Banjar yang kaya, mulai dari arsitektur hingga kuliner, serta memahami perjuangan heroik melawan kolonialisme Belanda. Kisah ini menegaskan pentingnya memahami sejarah untuk melestarikan identitas bangsa.

Patung Sultan Suriansyah berdiri gagah di Banjarmasin, mengenang pendiri Kesultanan Banjar yang mengubah arah sejarah wilayah ini dengan memeluk agama Islam. Terlihat pula latar belakang arsitektur tradisional Banjar yang mencerminkan kekayaan budaya yang telah diwariskan.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Mengarungi Arus Sejarah Nusantara di Tanah Borneo

INFO KALSEL | Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Kesultanan Banjar, sebuah kerajaan maritim Islam di Kalimantan Selatan, berdiri kokoh dari abad ke-16, membangun kekuatan ekonomi melalui perdagangan lada, intan, dan emas. Kisah transformasinya dari kerajaan Hindu-Buddha, perlawanan sengit terhadap VOC, hingga warisan budayanya yang masih lestari, menawarkan pelajaran berharga tentang sejarah, keberanian, dan identitas Nusantara. Artikel ini mengajak pembaca menyelami jejak gemilang Kesultanan Banjar yang membentuk kekayaan Kalimantan Selatan.

Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin menjadi salah satu peninggalan arsitektur bersejarah yang megah dari Kesultanan Banjar, menggambarkan kejayaan peradaban Islam di Kalimantan Selatan. Bangunan ini adalah saksi bisu perkembangan syiar Islam yang menjadi fondasi kekuatan kesultanan maritim tersebut.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Menguak Kekayaan Sejarah di Tanah Borneo

INFO KALSEL | Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Kesultanan Banjar adalah kerajaan maritim perkasa di Borneo Selatan yang berdiri sejak abad ke-16, memainkan peran penting dalam perdagangan dan politik Nusantara. Didirikan oleh Pangeran Samudera yang kemudian menjadi Sultan Suriansyah setelah memeluk Islam, kesultanan ini mewariskan kekayaan budaya, hukum, dan semangat perjuangan, terutama melalui Perang Banjar yang dipimpin Pangeran Antasari. Kisah ini mengajarkan kita tentang ketahanan, adaptasi, dan identitas bangsa yang tak lekang oleh waktu.

Masjid Sultan Suriansyah, masjid tertua di Kalimantan Selatan, berdiri megah sebagai saksi bisu kejayaan dan pusat peradaban Kesultanan Banjar di masa lalu, memancarkan nilai historis dan keagamaan yang mendalam.

INFO KALSEL

Jejak Gemilang Kesultanan Banjar: Menguak Sejarah Perdagangan Emas dan Intan

INFO KALSEL | Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:33 WIB

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:33 WIB

Selami sejarah Kesultanan Banjar, kerajaan maritim yang cemerlang di Kalimantan Selatan, menguasai perdagangan emas dan intan, serta meninggalkan warisan budaya kaya. Artikel ini mengajak pembaca menelusuri bagaimana kerajaan Islam ini membangun kekuatan ekonomi, menghadapi tantangan asing, dan membentuk identitas lokal yang masih terasa hingga kini. Sebuah perjalanan inspiratif untuk memahami akar peradaban Nusantara.