Topik Filosofi Makanan

Sepiring ketupat yang disajikan bersama opor ayam dan taburan bawang goreng, mencerminkan kehangatan serta kelezatan hidangan khas Lebaran di Indonesia. Hidangan ini tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga sarat makna budaya yang mendalam.

LIFESTYLE

Ketupat: Bukan Sekadar Makanan, tapi Jalinan Kisah Nusantara yang Tak Lekang Waktu

LIFESTYLE | Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Ketupat bukan sekadar hidangan Lebaran, melainkan simbol budaya dan filosofi mendalam yang diwariskan turun-temurun, dari dakwah Sunan Kalijaga hingga penyatu keluarga. Artikel ini mengupas sejarah, makna, dan tips membuat ketupat yang lezat, mengajak kita meresapi setiap butir berasnya sebagai jalinan kisah Nusantara yang tak lekang oleh waktu.

Tumpukan ketupat segar yang baru matang, siap disajikan dengan berbagai hidangan Lebaran. Anyaman janur yang rapi melambangkan kesucian dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun di Indonesia.

LIFESTYLE

Ketupat: Warisan Kuliner Nusantara yang Tak Lekang oleh Waktu

LIFESTYLE | Minggu, 5 Juli 2026 - 07:01 WIB

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:01 WIB

Ketupat, lebih dari sekadar hidangan beras berbalut janur, adalah simbol filosofis tentang kesucian dan kebersamaan yang telah mengakar kuat dalam budaya Indonesia. Artikel ini mengupas sejarah, tradisi, dan cara ketupat beradaptasi di tengah modernisasi, sembari menyoroti pentingnya melestarikan warisan kuliner nusantara ini untuk generasi mendatang. Pembaca diajak menyelami makna mendalam di balik setiap anyaman janur dan gigitan ketupat yang penuh cerita.

Berbagai bentuk anyaman ketupat yang siap direbus, menunjukkan keindahan seni kerajinan tangan tradisional Indonesia yang sarat makna dan menjadi simbol perayaan Lebaran. Anyaman janur yang rapi ini melambangkan kekayaan budaya dan kebersamaan yang selalu hadir dalam setiap hidangan ketupat.

LIFESTYLE

Ketupat: Jejak Rasa Nusantara dalam Anyaman Daun Kelapa

LIFESTYLE | Rabu, 1 Juli 2026 - 16:11 WIB

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:11 WIB

Ketupat, ikon kuliner Lebaran yang terbuat dari anyaman daun kelapa muda, ternyata menyimpan segudang makna filosofis dan sejarah panjang sejak zaman Walisongo. Bentuknya yang unik melambangkan persatuan dan kesucian, sementara proses pembuatannya mengajarkan kesabaran, menjadikannya lebih dari sekadar makanan, melainkan representasi budaya dan spiritualitas yang kaya di Nusantara.